Ketika aku mendapati hatiku menjadi serpihan.
Aku menangis dan melumer dalam duka.
Perlahan merekatkan tiap serpihan, meski tak lagi utuh.
Dan kemudian aku mendapati telah 2tahun.
2tahun aku berkutat dalam setiap usahaku.
Setiap usaha pembangunan benteng. Aku merancangnya sedemikian detail.
Hingga aku pastikan benteng itu melindungi hatiku. Tidak akan pernah membiarkan apapun masuk dan kembali memporakporandakan hatiku.
Tidak (lagi) karena dia.
2tahun aku berusaha mempertahankan keteguhan hati.
Merajut tiap kekerasan dlm sudut diri agar tidak (lagi) luluh.
Sungguh 2tahun berselang.
Di penghujung bulan ptama tahun ke 3.
Aku mendapatinya (lagi).
Menyapa kembali hidupku.
Belum, belum!! Dia bru menyapa hdupku, bukan benteng itu, terlebih hatiku.
Belum!! TIDAK, TIDAK AKAN PERNAH! Tidak akan aku ijinkan!
Sungguh aku takut, sangat takut jika benteng pertahananku runtuh. Aku takut hatiku kembali menjadi serpihan.
Aku benci, mengakui bhwa ternyata.. Benteng itu sudah mulai rapuh. Beberapa langkah manis (lagi) mampu meratakan benteng itu!
Tuhan, tolong jangan biarkan apa yang telah aku bangun 2tahun hancur begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar