Rabu, 07 Juli 2010

Bukan Dia , tapi dia.

Bukan Dia, yang selalu menunjukkan betapa Dia menyayangiku,
Bukan pula Dia, yang tidak pernah lupa membangunkanku dikala subuh dengan sebuah pesan " bangun sayang, udah subuh sholat dulu " ,
Bukan Dia yang selalu mengucapkan " Selamat tidur sayang.. mimpi indah ",
Bukan pula Dia yang selalu menyempatkan diri memberi pesan singkat " jangan lupa makan sayang " tepat di setiap jam - jam makan,
Dan ( lagi-lagi ) bukan Dia yang selalu memberitahuku apa yang akan dan sedang dilakukannya ,
Bukan dia yang selalu menjadi orang pertama dan tidak pernah terlambat mengucapkan " Selamat Ulang Tahun.." ( dan mungkin biasanya disertai surprise indah ),
Bukan juga Dia yang selalu mengucapkan " Happy anniversary sayang " di setiap bulan, yang biasanya diiringi kejutan kecil atau hadiah kecil ,
Bukan Dia yang SELALU ada bahkan saat aku membutuhkannya atau tidak ,
Bukan Dia yang selalu takut merasa akan kehilanganku,
Atau Dia yang selalu menunjukkan betapa Dia menyanjung dan memujaku,
atau Dia yang selalu menuruti apa kataku ,

Dan sama sekali Bukan Dia yang benar - benar mencuri hati ini,

Tapi dia, yang selalu tampak cuek,
Bahkan lupa mengucapkan Anniversary dan lebih parahnya lupa tanggal jadian,
dan ketika aku bertanya , dia hanya menjawab "buat aku tidak penting sudah berapa lama kita bersama, tapi bagaimana aku dapat terus membuat hubungan ini terasa masih baru" ,
dia yang hanya sesekali mengucapkan " Selamat pagi..." atau " Selamat malam..",
dia yang tidak pernah repot mengurusi segala macam hal sepele, dan menganggap semuanya simple,
dia yang selalu tampak tenang, tapi matanya tidak pernah berhenti menyayangiku,
dia yang dapat memberikan keputusan tegas,
dia yang tanpa perlu banyak berucap "aku menyayangimu.." sudah mampu membuat aku merasakan kasih sayangnya,
dia yang terkadang tidak ada bahkan saat aku benar-benar membutuhkannya, hingga aku harus menyelesaikan semuanya sendiri,
dan kemudian dia hanya berkata " aku ingin menyayangimu dengan cara yang sederhana dan mengajarimu jika satu saat aku benar - benar tak dapat lagi menemanimu" ,
dia yang selalu mendukung dan mempercayaiku, "aku yakin kamu bisa!!" itu ucapnya tanpa sedikitpun kekhawatiran yang berlebihan,
dia yang hanya dengan kata-kata " terimakasih.." mampu menyatakan segala apa yang ada dihatinya, betapa dia sangat merasa beruntung memiliku,
dia yang sama sekali tidak romantis, tapi mampu menyajikan sisi manis dirinya dihadapanku,
dan dia yang mengatakan " kelak siapapun diantara kita harus pergi dulu, berjanjilah untuk melanjutkan hidup dan tetap saling menyayangi dengan cara yang lebih tegar"

Dan ternyata benar - benar dia yang mengambil separuh hati ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar